Life is like an Ice Cream

Hidup itu seperti Ice Cream sebelum meleleh lebih baik dinikmati secepatnya :)

Life is like an Ice Cream

Hidup itu seperti Ice Cream sebelum meleleh lebih baik dinikmati secepatnya :)

Life is like an Ice Cream

Hidup itu seperti Ice Cream sebelum meleleh lebih baik dinikmati secepatnya :)

Life is like an Ice Cream

Hidup itu seperti Ice Cream sebelum meleleh lebih baik dinikmati secepatnya :)

Life is like an Ice Cream

Hidup itu seperti Ice Cream sebelum meleleh lebih baik dinikmati secepatnya :)

Kamis, 02 Agustus 2012

Skeeters ride the rain

Skeeters ride the rain

Mosquitoes survive collisions with raindrops by going with the flow

By Stephen Ornes


To a mosquito, being struck by a raindrop is like a midair collision with a bus. But scientists recently discovered that skeeters fare well when they hitch a ride on the raindrop. Credit: Courtesy Tim Nowack, Andrew Dickerson and David Hu/Georgia Tech
You may barely notice when a raindrop lands on your head. But if you were a mosquito, you’d definitely notice: It would be like a bus falling onto you in midair.
But a falling raindrop doesn’t spell doom for the plucky mosquito, say scientists behind a new study. The pesky bloodsucker might get tossed, rocked and rolled, but its strong body and small size help it survive such collisions. And when a raindrop lands directly on the bug’s back, the mosquito gets taken on a wild ride.
“The mosquito becomes a stowaway,” David Hu told Science News. Hu, an engineer who led the new study, conducts research on animal motion at the Georgia Institute of Technology in Atlanta. In the past, he has probed the science of a wet dog’s shake and the ability of ants to form a raft when threatened by a flood.
Scientists have many reasons for wanting to understand a mosquito’s moves. Engineers who design insect-sized, flying robots may use the mosquito for inspiration. Physicists can learn more about the laws of nature at the smallest scales. And biologists may learn something about how animals evolved, or changed over many generations, to fly.
To study these bugs, Hu and his colleagues had to find creative ways to spray mosquitoes with water. Dripping water on the flying insects from three floors up didn’t work. “It’s the worst game of darts you can imagine,” Hu told Science News. “You have no hope of hitting them.”
So Hu gave up on darts. He and his colleagues decided they’d have more success by spraying small water droplets on mosquitoes in a cage. This worked, and Hu’s team observed that mosquitoes survived because they can go with the flow. When a drop hit a mosquito’s legs or wings, the bug was knocked off course. But when a drop landed squarely between a mosquito’s wings, the bug hitched a ride straight down. That ride can be dangerous: A mosquito on a raindrop may feel a push 100 to 300 times stronger than the familiar pull of gravity. And a mosquito needs to separate from the raindrop while it’s still in the air, before they both smack into the ground.
Hu’s experiments don’t surprise entomologists, or scientists who study insects. The bugs aren’t scared off by a summer shower.
“I’ve worked in the field many rainy nights,” entomologist Nathan Burkett-Cadena of the University of South Florida in Tampa told Science News, “and received zero respite from mosquitoes during even heavy rains.”
Power words
entomology The study of insects.
engineering The science concerned with the design, building and use of engines, machines and structure.
gravity The force that attracts any body with mass, or bulk, toward any other body with mass. The more mass there is, the more gravity there is.
physics The study of the nature and properties of matter and energy.

 

A trout’s nose-y magnets : Cells in a fish’s snout respond to magnets

A trout’s nose-y magnets

Cells in a fish’s snout respond to magnets

By Stephen Ornes

Many animals are naturally magnetic. Some birds, turtles, fish and other animals change their behavior when they’re near magnets or magnetic fields. Trout do, too, and scientists may have figured out why.
A recent study found that cells in trout noses contain magnetite, the most magnetic mineral on the planet. When close to a magnet, these cells turn and line up as true as a compass needle. The discovery that magnetic cells lurk in the nose has charged up other researchers, David Keays, a neuroscientist not involved in the new study, told Science News.
He says that for decades scientists have been searching for the cells that allow many animals to sense a magnetic field — the area surrounding a magnet that can influence other objects. Animals’ ability to sense this field is known as magnetosensation. Scientists had suspected magnetic sensing might arise from something in animal noses, explains Keays, of the Research Institute of Molecular Pathology in Vienna, Austria.
To find out if the nose knows, Michael Winklhofer of the University of Munich in Germany and his colleagues removed tissue that a trout uses for smelling and separated out individual cells. Then the scientists exposed the free-floating cells to a changing magnetic field.
Magnetic field lines, illustrated here, connect the north and south magnetic poles of our planet. Credit: NASA
Most cells didn’t react. But between 1 and 4 out of every 10,000 cells started moving and lining up with the magnetic field.
“Looking for magnetosensory cells was really like looking for a needle in a haystack,” Winklhofer told Science News.
Once the team figured out which cells hid the biological magnets, the scientists explored further. They found tiny chains of magnetite stuck in the membranes on the outside of the cells. Like a border, that outer membrane controls what comes in and what goes out of the cell. The researchers suspect that magnetite may change how the cell membrane opens and closes its tiny, gate-like pores.
So even though magnetic cells can’t wander through a living trout’s body, those in the nose may be able to send signals to the brain, indicating to the fish where the magnetic field is coming from.
Power Words
cell The smallest structural and functional unit of an organism, typically too small to see with human eyes.
cell membrane The thin layer that protects and surrounds the materials that make up the inside of a cell.
magnet A material that either attracts objects that contain iron or lines up in a magnetic field.
magnetite A gray-black magnetic mineral, the most magnetic known.

 

Rabu, 01 Agustus 2012

100 Tips Manajemen Waktu

 



Berikut adalah 100 tips manajemen waktu. Latihlah agar Anda bisa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Semakin banyak yang dilakukan akan semakin baik pengelolaan waktu Anda. :)



 1. Ingatlah, semua orang akan mati.
   2. Utamakan ibadah-ibadah fardlu sebelum tugas yang lain.
   3. Ingatlah bahwa waktu hanya 24 setiap hari, dan tidak bisa ditambah.
   4. Sebenarnya, kewajiban Anda lebih banyak dibandingkan waktu Anda. Putuskan waktu Anda untuk melakukan yang terbaik.
   5. Tidak selamanya “diam itu emas”. Jika bicara lebih baik, maka bicaralah. Jika bertindak lebih baik, maka bertindaklah.
   6. Nilailah waktu Anda.
   7. Perlakukan waktu sebagai sumber daya yang harus dikelola.
   8. Mengukur waktu Anda.
   9. Menilai berapa banyak waktu yang Anda miliki untuk mengelola.
  10. Negosiasikan agar lebih banyak kendali atas waktu kerja Anda.
  11. Tentukan pola kerja terbaik untuk diri sendiri.
  12. Mengendalikan tugas-tugas Anda.
  13. Memiliki kebebasan untuk menyeimbangkan tugas-tugas Anda.
  14. Bekerja dengan kecepatan yang lebih.
  15. Miliki rencana ke depan.
  16. Menyeimbangkan tuntutan pada waktu Anda.
  17. Jangan bekerja lebih dari yang Anda butuhkan.
  18. Cobalah “sambil menyelam, minum air”
  19. Gunakan waktu untuk mendapatkan hasil, bukan hanya menggugurkan kewajiban.
  20. Lakukan sesuatu yang produktif dan menyenangkan setiap hari.
  21. Bertanya: “apa yang terbaik dilakukan sekarang?”
  22. Identifikasi pemboros waktu.
  23. Memiliki tujuan hidup Anda.
  24. Efektif …
  25. … Dan kemudian efisien.
  26. Jangan terburu-buru atau terlalu banyak pekerjaan.
  27. Lakukan tugas harian secara variatif.
  28. Menghabiskan hingga seperempat hari Anda pada tugas-tugas rutin.
  29. Lakukan tugas-tugas rutin dalam waktu sesingkat mungkin.
  30. Mengembangkan kebiasaan yang baik.
  31. Coba lakukan tugas rutin dengan metode yang berbeda.
  32. Memanfaatkan jalan pintas.
  33. Siapkan materi Anda di muka.
  34. Merapikan saat Anda pergi.
  35. Otomatisasi.
  36. Identifikasi penghambat kerja (bottle neck) dan menghilangkan mereka.
  37. Buat arus pekerjaan mudah.
  38. Gunakan sistem “just-in-time” untuk meminimalkan kekacauan.
  39. Selesaikan tugas-tugas yang sama sekaligus.
  40. Mengidentifikasi metode kerja tercepat dan kemudian melatih semua orang.
  41. Tahu mana pekerjaan dapat dipercepat dan yang tidak bisa.
  42. Memiliki slot waktu yang teratur untuk tugas-tugas.
  43. Menyisihkan waktu untuk tugas-tugas pemeliharaan.
  44. Jangan mengambil dokumen yang tidak perlu.
  45. Mengatur filing sistem (pengarsipan).
  46. Back up komputer Anda secara rutin.
  47. Hapus file secara teratur.
  48. Jaga agar meja Anda bersih
  49. Tangani setiap selembar kertas hanya sekali.
  50. Hilangkan junk mail dan spam.
  51. Telepon daripada menulis.
  52. Jangan apa-apa fotokopi kecuali adalah penting.
  53. Mengirim balasan pada selembar kertas yang sama.
  54. Jaga komunikasi Anda manis dan pendek.
  55. Mengelola proyek Anda dengan perkiraan waktu, biaya dan kualitas.
  56. Jalankan proyek dengan rencana waktu yang terperinci.
  57. Tambahkan pada 20% pada rencana awal proyek Anda.
  58. Memiliki daftar terperinci dari tugas-tugas proyek Anda.
  59. Buat serangkaian tenggat waktu untuk proyek-proyek Anda.
  60. Cari link yang lemah dalam proyek Anda dan memiliki rencana back-up.
  61. Streamline yang rendah dalam proyek menjadi prioritas.
  62. Tetaplah lebih depan dibandingkan dengan jadwal proyek Anda.
  63. Melacak dan memonitor kemajuan proyek Anda.
  64. Menghabiskan hingga seperempat hari Anda pada pekerjaan berjalan.
  65. Memiliki visi yang jelas tentang tujuan Anda.
  66. Selaraskan tujuan Anda dengan nilai-nilai Anda.
  67. Tuliskan tujuan Anda.
  68. Rencanakan area hasil kunci Anda.
  69. Buat tujuan jangka pendek dengan metode SMART.
  70. Identifikasi pekerjaan yang Anda benci dan delegasikan.
  71. Memecah pekerjaan besar menjadi potongan kecil.
  72. Prioritaskan tugas-tugas Anda sesuai dengan kepentingannya.
  73. Bila Anda kewalahan, tulis to-do list dan prioritaskan.
  74. Rencanakan hanya menggunakan 60% dari hari Anda, meninggalkan sisanya untuk apa yang muncul tiba-tiba (yang tidak direncanakan).
  75. Masukkan  pekerjaan besar dalam buku harian Anda terlebih dahulu, kemudian yang kecil.
  76. Rayakan mencapai tujuan Anda.
  77. Menghabiskan hingga seperempat hari Anda untuk melakukan tugas yang tidak rutin.
  78. Luangkan waktu untuk duduk dan berpikir.
  79. Jagalah kesehatan Anda.
  80. Luangkan waktu untuk menikmati dan menghargai.
  81. Gunakan energi saat ini.
  82. Kadang-kadang hanya melakukan apa yang ingin Anda lakukan.
  83. Ambil istirahat setidaknya setiap 90 menit.
  84. Review secara harian atau mingguan.
  85. Menghabiskan hingga seperempat hari Anda dengan orang lain.
  86. Selalu muncul untuk rapat tepat waktu.
  87. Jadilah sopan dan cepat dengan orang lain.
  88. Hanya mengadakan pertemuan yang memiliki tujuan yang jelas.
  89. Biarkan orang tahu kapan Anda tidak bebas (sibuk).
  90. Meminimalkan interupsi yang tidak perlu.
  91. Belajar mengatakan Tidak untuk pekerjaan yang bukan milikmu.
  92. Kontrol telepon Anda.
  93. Saring semua panggilan masuk.
  94. Rancangan kebijakan waktu dalam tim.
  95. Simpanlah jam di dinding.
  96. Latihlah konsentrasi Anda.
  97. Latihlah keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan Anda sehari-hari.
  98. Memahami kebribadian Anda terkait waktu.
  99. Periksa apakah Anda memiliki kecenderungan untuk kerja lembur? Perbaiki, itu tanda tidak baik.
 100. Syukuri dan nikmati waktu Anda.

Es Kelapa Muda Pulihkan Stamina & Air Kelapa, Isotonik Alami

Quote:

shutterstock

KOMPAS.com — Cuaca terik dan aktivitas fisik siang hari pada bulan puasa akan menguras keringat. Di lain pihak, tak ada pemasukan cairan sama sekali. Kondisi tersebut menyebabkan kita mudah lelah dan mengantuk. Es kelapa muda sebagai minuman berbuka puasa dapat diandalkan untuk mengembalikan stamina.

Perbedaan mendasar antara daging buah kelapa muda dan tua adalah kandungan minyaknya. Kelapa muda memiliki rasio kadar air dan minyak yang besar. Sementara itu, kelapa disebut tua jika rasio kadar air dan minyaknya optimum untuk menghasilkan santan dalam jumlah terbanyak.

Daging buah kelapa muda dapat dimanfaatkan dalam pembuatan aneka jenis minuman, koktail, selai, dan aneka kue. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis sangat mendukung untuk dijadikan makanan pembuka puasa. Dengan menambahkan sirop dan es batu, dalam sekejap akan tersaji minuman dingin pelepas dahaga yang lezat.

Kandungan energi per 100 gram daging buah kelapa muda cukup besar, yaitu 41-99 kkal. Menurut Barlina (2004), daging kelapa muda mengandung asam lemak omega-6, yaitu asam inoleat dengan jumlah sekitar 200-300 mg/100 gr daging buah. Di dalam tubuh, asam linoleat dapat diubah menjadi asam arakhidonat (AA). Zat ini penting dalam menunjang kecerdasan otak.

Adapun jumlah air per butir kelapa muda sangat bervariasi, tergantung ukuran buah. Secara umum, kadarnya tidak kurang dari 250 ml per butir. Secara umum, air kelapa mengandung 4,7 persen total padatan, gula, protein, lemak, dan mineral.

Komposisi zat gizi pada air kelapa sangat mendekati komposisi cairan isotonik, yaitu sangat sesuai dengan cairan tubuh. Minuman isotonik diharapkan dapat menggantikan mineral tubuh yang hilang melalui keringat selama aktivitas olahraga ataupun kerja keras lainnya.

Kandungan mineral kalium yang cukup besar dalam air kelapa muda dapat membantu mengeluarkan senyawa beracun dari dalam tubuh. Oleh karena itu, air kelapa muda sering digunakan untuk menetralkan racun tubuh.

Air kelapa juga mengandung vitamin C yang diperlukan untuk hidroksilasi protein dan lisin menjadi hidroksiprolin, bahan penting dalam pembentukan kolagen. Kolagen merupakan senyawa protein yang memengaruhi integritas struktur sel di semua jaringan ikat, seperti pada kulit. Oleh karena itu, air kelapa muda dianggap berkhasiat untuk kesehatan kulit.


Sumber: http://health.kompas.com/index.php/r...kan.Stamina-12
Quote:

shutterstock

KOMPAS.com - Selama bulan puasa, air kelapa merupakan minuman penyegar yang paling banyak dicari untuk berbuka puasa. Selain menyegarkan, ternyata air kelapa merupakan minuman isotonik alami.

Menurut Badan Pertanian Dunia (FAO), air kelapa muda bisa digunakan sebagai minuman penambah energi alami. Hal ini karena air kelapa kaya akan potasium (kalium), gula, dan protein. Secara alami, air kelapa muda mempunyai komposisi mineral dan gula yang sempurna, sehingga mirip dengan cairan tubuh manusia.

Berbeda dengan minuman isotonik dalam kemasan yang berbahaya bila dikonsumsi sembarangan, air kelapa relatif aman untuk dikonsumsi.

Karena itu, jika Anda banyak melakukan kegiatan yang menguras keringat, minumlah air kelapa muda secukupnya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Namun, perlu diketahui bahwa sekali dibuka dan dikeluarkan dari tempurungnya, air kelapa mudah sekali mengalami perubahan cita rasa dan penurunan nilai gizi.

Agar khasiat dari air kelapa tak hilang, lebih baik minum air kelapa segar yang baru dibuka dari tempurung. Minumlah tanpa campuran apa pun, seperti sirop. Tambahkan saja es batu dan sedikit gula agar kesegarannya semakin terasa.


Sumber: http://health.kompas.com/read/2009/0...Isotonik.Alami

Inilah 10 Fenomena Galaksi Bima Sakti yang Paling Menakjubkan

 Inilah 10 Fenomena Galaksi Bima Sakti yang Paling Menakjubkan 


Quote:
1. Tabrakan Antar Galaksi



Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.

Credit: F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist

Quote:
2. Quasar



Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.
Credit: NASA-MSFC

Quote:
3. Materi Gelap (Dark Matter)



Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Credit: Andrey Kravtsov

Quote:
4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)



Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.
Credit: Henze/NASA

Quote:
5. Energi Vakum



Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Credit: NASA-JSC-ES&IA

Quote:
6. Mini Black Hole



Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Credit: NASA-MSFC

Quote:
7. Neutrino



Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.

Credit: Jeff Miller/NSF/U. of Wisconsin-Madison

Quote:
8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)



Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.
Credit: ESO

Quote:
9. Radiasi Kosmik



Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).
Credit: NASA/WMAP Science Team

Quote:
10. Antimateri



Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.
Credit: Penn State U. /NASA-MSFC
 

Selasa, 31 Juli 2012

Keindahan Alam Indonesia ('Nyomot' Gambar National Geographic)

Hai Pecinta Alam. . .
Kali ini saya mau share foto-foto amazing tentang keindahan indonenisia dari satu sudut
tadi iseng-iseng buka situs national geographic, ketemu foto ini dan hebatnya foto-foto ini merupakan foto favorit national geographic, kita musti bangga donk sebuah media sekelas national geographic memfavoritkan keindahan indonesia
cekidot gan



Bromo-Tengger-Semeru National Park, East Java

Photograph by Jessy Eykendorp, My Shot

The national park is named after its two mountains, Mount Semeru (the highest in Java) and Mount Bromo (the most popular), and the Tengger people who inhabit the area. The park also includes large areas, which are very lush, fed by rivers from the high tops. The medium elevations are clad with much thinner forest before this gives way to the barren plateau and peaks.


Bromo-Tengger-Semeru National Park, East Java

Photograph by Jessy Eykendorp, My Shot

The national park is named after its two mountains, Mount Semeru (the highest in Java) and Mount Bromo (the most popular), and the Tengger people who inhabit the area. The park also includes large areas, which are very lush, fed by rivers from the high tops. The medium elevations are clad with much thinner forest before this gives way to the barren plateau and peaks.


tanah lot, tamle bali
Photograph by Lars Nitteberg, My Shot

Tanah Lot temple in Bali, seen against the horizon


tarian api(fire dance), bali, inonesia


indonesian people in surabaya, java


Grand Mosque, Central Java
Photograph by Aditya Aji Nugraha, My Shot

The greatest mosque in Central Java Province, Indonesia


Dieng Plateau, Central Java
Photograph by Rusdi Sanad, My Shot

A farmer taking care of a potato field in Dieng Plateau, Java, Indonesia


sunset in Rice Paddies(sawah), Bali


Situ Gunung Lake(danau gunung situ), West Java
Photograph by Hardi Budi, My Shot

Taken at a lake named Situ Gunung, Indonesia


Lionfish, indonesia oceans
Photograph by Tay Tousey, My Shot

This shot was photographed in Raja Ampat, Indonesia, on a small island where I was diving on a wall. I came across a lionfish and photographed him vertically. I spent quite some time waiting for him to turn around. Lionfish are notorious for keeping their backs and poisonous spines toward their adversaries.


South Sulawesi
Photograph by Sascha Romatzki, My Shot

An aerial photo taken with a tethered balloon from a 100-meter altitude in South Sulawesi, Indonesia. It shows the houses of sea gypsies next to a channel close to Wakatobi.


Mount Rinjani, Lombok

Photograph by Yew Pin Chuah, My Shot

It was a five-day hike to Mount Rinjani in Lombok, Indonesia. It is an active volcano and its "new mountain" is progressively growing due to its ongoing eruption.



Tiger

Photograph by Eddy Junisto Sianipar, My Shot

Photo taken at Ragunan Zoo, Jakarta


Lighthouse, Lengkuas Island

Photograph by Darmal Ali, My Shot

diambil dari Lengkuas Island, Belitung, Indonesia. mercusuar ini di bagun pada tahun 1882.
The view from the tower is so beautiful, really beautiful, 360 degrees around the island.


surfer arena
Photograph by Justin Mitchell, My Shot

Indonesian surfer kickout


Borobudur Temple in mignight, Central Java

Photograph by Ferry Tan, My Shot

Borobudur temple compound, Muntilan, Central Java


Mount Semeru, East Java

Photograph by Dave Neilen, My Shot

Overlooking the mist-shrouded black-sand sea and Mount Bromo, with Mount Semeru erupting in the background. To experience this view as the sun rises, you must get started at 3 a.m.


perahu tua di sudut pantai indonesia
Photograph by Barbara De Polli, My Shot

I took this picture in Indonesia. Going all the way from one island to another felt like time travel.


Istiqlal Mosque, Jakarta

Photograph by Patrick Lenhart, My Shot

A woman rests in the Istiqlal Mosque in Jakarta, Indonesia, the largest in Southeast Asia.



Jakarta night

Photograph by John Huslim, My Shot

An afternoon view from above shows a Jakarta landmark, the Bundaran Hotel International.

Bunga Ungu Nan Cantik Menyegarkan Otak Dan Menjernihkan Jiwa





Tahukah Anda bunga berwarna ungu yang cantik? Ya, tepat, jika jawaban Anda adalah bunga Lavender, bunga yang juga harum. Nama latinnya adalah Lavandula afficinalis syn.L. angustifolia (Lamiaceae).


Sosok pohonnya mirip rumput, bahkan ada yang menyebut Rumput Raksasa. Tetapi ada juga yang menyebut si ilalang. Tanaman ini berasal dari Eropa, tepatnya di wilayah Perancis, yang dimanfaatkan sebagai parfum, perlengkapan upacara keagamaan (ritual) dan tanaman obat sejak zaman Romawi kuno.


Orang Roma menyebut Lavender dengan sebutan lavare yang artinya ‘mencuci’ atau ‘menyegarkan’. Karena mereka merasakan bahwa aroma bunga Lavender mampu menyegarkan otak dan menjernihkan jiwa. Aroma ini diperoleh dari minyak (ekstrak) bunga Lavender. Yang mana, minyak tersebut dapat dijadikan parfum, minyak gosok, ramuan untuk mandi dan obat-obatan. Karena Lavender banyak manfaatnya, maka ia dijuluki Si Ungu Ajaib dan memiliki nilai jual tinggi. Bahkan ada yang menggunakan bunga ini untuk penangkal nyamuk, dimana menurut penelitian wangi bunga ini tidak disenangi oleh nyamuk.


Bunga Lavender memang menarik hati dan indah serta cantik. Jika Anda memandangnya, apalagi di saat senja, maka bunga ini akan memberikan ketenangan dan kesegaran. Siapa yang tidak senang memandang bunga Lavender ini

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More